<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009</id><updated>2011-08-02T20:12:01.025+07:00</updated><title type='text'>Tumbuh kembang Anak Menentukan Masa Depan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-7087704308576384814</id><published>2010-11-05T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-11-05T11:44:17.399+07:00</updated><title type='text'>Ajarkan Kecerdasan Emosi Sejak Dini</title><content type='html'>Sejak dini balita dilatih mengendalikan emosi, kelak ia disukai teman karena baik hati! Ajarkan kecerdasan emosi sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal emosi diri (mulai usia 2 tahun).  &lt;br /&gt;•  Sebutkan berbagai emosi. Semisal, balita sedang cemberut, Anda bisa bertanya, ”Kenapa kamu cemberut sayang? Kesal karena dilarang bermain, ya?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt; Dengan begitu anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosinya dan penyebab munculnya emosi itu. Semakin sering balita mendengar jenis emosi dan pemicunya, ia belajar menilai sendiri emosi seperti apa yang sedang terjadi padanya.&lt;br /&gt;• Tiap minggu, gambarkan perasaan yang dialami. Anda dapat memberi warna “biru” untuk rasa sedih, “merah” untuk kejutan, “merah muda” untuk senang, dan “hitam” untuk perasaan marah. Bahas dengan anak setiap kali dia merasakan salah satu dari perasaan-perasaan yang Anda tempelkan tanda warnanya di kulkas rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol diri (bisa mulai usia 2 tahun)&lt;br /&gt;•  Tidak semua keinginan terpenuhi dalam waktu singkat. Ia harus belajar bersabar untuk mendapatkan benda yang ia inginkan. Semisal ia merengek minta es krim. Anda bisa memintanya bersabar karena es krim harus dibeli dulu. Bila balita tetap merengek, tarik napas dalam-dalam dan hitung sampai sepuluh. Tinggalkan anak dengan orang yang bisa dipercaya, lalu temui mereka kembali setelah balita tenang.&lt;br /&gt;•  Menangis atau berteriak-teriak tak akan menyelesaikan masalah. Contohnya, Anda tidak akan tergerak memberikan kue sampai ia bicara dengan suara pelan.&lt;br /&gt;•  Belajar konsekuensi. Jika diajak ke pertokoan dan di sana ia menangis dan merengek, ajak ia langsung kembali ke mobil tanpa membeli apa-apa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotivasi diri sendiri (dari usia 1 tahun).&lt;br /&gt;•  Berlatih menghadapi kesulitan, terbangun mentalitas anak yang kuat, yakni tidak cengeng, tidak menyerah menghadapi kesulitan. Contoh sederhana ketika anak belajar jalan dan ia jatuh, ibu merespon, "Ayo bangun lagi..” Dengan begitu anak akan berusaha bangkit tanpa menangis. Jika Anda langsung menolong, ia cenderung menangis karena dengan menangis ia yakin Anda tidak akan melepaskannya lagi.&lt;br /&gt;•  Belajar tanggung jawab, ketika anak lelah bermain dan ingin segera makan, arahkan ia untuk membereskan mainannya dahulu baru makan.&lt;br /&gt;•  Memberi kesempatan mencoba dan mengajarkan kemandirian. Pola pengasuhan yang serba melayani kebutuhan anak, membuatnya tak cepat mandiri. Beri dia  motivasi untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Tegaskan ia mampu. Jika gagal, dorong balita untuk mencoba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali emosi orang lain/empati (bisa dari usia 2 tahun).&lt;br /&gt;•  Lewat contoh dan tindakan. Semisal, melihat anak memukul kucing peliharaan. Katakan, “Sakit lho kalau dipukul. Coba kalau Ibu membelai kamu rasanya lebih enak, kan?” Dengan cara ini, secara langsung Anda memberi anak pengertian, memukul itu tidak baik.&lt;br /&gt;•  Beri pujian. Bila anak berbuat baik, seperti mau meminjamkan mainan pada teman, katakan bahwa sikapnya itu tepat. “Anak Ibu baik sekali mau meminjamkan mainan ke teman. Lihat, temanmu senang sekali.”&lt;br /&gt;•  Perhatikan kebiasaan orang lain. Ajarkan anak untuk memerhatikan kebaikan orang lain. Ajak ia memerhatikan seseorang yang membantu orang lain, “Lihat anak itu, baik sekali ya, mau mengambilkan kotak susu kamu yang terjatuh.”&lt;br /&gt;•  Menunjukkan beragam emosi lewat media seperti gambar, televisi, majalah, buku dan sebagainya. Jangan lupa sebutkan situasi emosi para tokoh dalam media tersebut. Misalnya membacakan buku cerita tentang anak yang gembira karena ayahnya membelikan sepeda yang sudah lama diidam-idamkannya. Beri komentar seperti, “Lihat, Chandra senang karena ayahnya membelikan sepeda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandai membina hubungan (bisa diajarkan mulai usia 1 tahun).&lt;br /&gt;•  Jangan membatasi lingkungan bermain. Biarkan anak bermain dengan siapa saja yang disukainya.&lt;br /&gt;•  Orang tua perlu mendampingi anak, terutama jika memasuki lingkungan baru. Namun bukan berarti harus selalu berada di sebelah anak, setidaknya ada di sekitarnya. Ini penting mengingat anak belum mampu menilai ”benar” dan ”salah”.&lt;br /&gt;•  Mengajak kumpul-kumpul acara keluarga atau teman-teman seperti acara ulang tahun anak teman atau sepupu. Dengan begitu balita kenal anak-anak dan keluarga lain.&lt;br /&gt;Sudah “Cerdas Emosi” Jika..&lt;br /&gt;•  Mengenali emosi diri. Bila si kecil melihat anak lain menangis atau ngambek, apakah si kecil tahu anak itu sedang sedih atau kesal?&lt;br /&gt;•  Mengontrol diri. Apabila anak lebih menggunakan cara komunikasi verbal untuk menyelesaikan masalah daripada menangis atau berteriak-teriak. Semisal meminta sesuatu yang tidak mungkin didapatnya sekarang.&lt;br /&gt;•  Memotivasi diri. Jika sudah bisa bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya, semisal, membereskan mainannya sendiri tanpa disuruh setelah selesai bermain.&lt;br /&gt;•  Mengenali emosi orang lain. Bila anak mampu berempati kepada kesedihan orang lain. Semisal menghibur teman yang sedang menangis.&lt;br /&gt;•  Membina hubungan dengan orang lain, semisal mengalah meminjamkan mainan kepada adik yang meminta mainannya.(Ayah Bunda)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-7087704308576384814?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/7087704308576384814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=7087704308576384814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/7087704308576384814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/7087704308576384814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2010/11/ajarkan-kecerdasan-emosi-sejak-dini.html' title='Ajarkan Kecerdasan Emosi Sejak Dini'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-91314551483755877</id><published>2010-11-05T11:28:00.000+07:00</published><updated>2010-11-05T11:28:23.510+07:00</updated><title type='text'>5 Kecerdasan Emosional</title><content type='html'>Pengertian cerdas sangat beragam. Ada IQ  yaitu cerdas inteligensia. Ada SQ, cerdas spiritual dan EQ (Emotional Intelligence), kecerdasan emosi. Teori tentang kecerdasan emosi dikembangkan pertama kali tahun 1980-an oleh beberapa psikolog dari Amerika Serikat: Howard Gardner, Peter Salovey dan John Mayer dan menjadi terkenal saat Daniel Goleman, psikolog dari Harvard University, menulis buku Emotional Intelligence tahun 1995. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Kecerdasan emosional dapat dikembangkan sejak usia dini. Konon anak yang punya  EQ tinggi memiliki kepribadian yang disukai, lebih mudah bergaul dan lebih sehat jasmaninya berkat kemampuannya mengontrol emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Wilayah Kecerdasan Emosi (Menurut Goleman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kemampuan Mengenali Emosi Diri: anak kenal perasaannya sendiri sewaktu emosi itu muncul. Seseorang yang mampu mengenali emosinya akan memiliki kepekaan yang tajam atas perasaan yang muncul seperti senang, bahagia, sedih, marah, benci dan sebagainya.&lt;br /&gt;   2. Kemampuan Mengelola Emosi: anak mampu mengendalikan perasaannya sehingga emosinya tidak meledak-ledak yang akibatnya memengaruhi perilakunya secara salah. Meski sedang marah, orang yang mampu mengelola emosinya akan mengendalikan kemarahannya dengan baik, tidak teriak-teriak atau bicara kasar, misalnya.&lt;br /&gt;   3. Kemampuan Memotivasi Diri: anak dapat memberikan semangat pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Ia punya harapan dan optimisme yang tinggi sehingga memiliki semangat untuk melakukan suatu aktivitas.&lt;br /&gt;   4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang Lain: balita bisa mengerti perasaan dan kebutuhan orang lain, sehingga orang lain merasa senang dan dimengerti perasaannya. Kemampuan ini sering juga disebut sebagai kemampuan berempati. Orang yang memiliki empati cenderung disukai orang lain.&lt;br /&gt;   5. Kemampuan Membina Hubungan: anak sanggup mengelola emosi orang lain sehingga tercipta keterampilan sosial yang tinggi dan membuat pergaulan seseorang lebih luas. Anak-anak dengan kemampuan ini cenderung punya banyak teman, pandai bergaul dan  populer.(Ayah Bunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-91314551483755877?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/91314551483755877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=91314551483755877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/91314551483755877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/91314551483755877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2010/11/5-kecerdasan-emosional.html' title='5 Kecerdasan Emosional'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-181090756040705970</id><published>2010-10-21T10:59:00.000+07:00</published><updated>2010-10-21T10:59:24.846+07:00</updated><title type='text'>Bayi Masuk Sekolah</title><content type='html'>Kesadaran para bunda akan pentingnya stimulasi untuk bayi, tak diimbangi dengan waktu yang cukup. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Membaca buku, majalah atau browsing internet untuk belanja ilmu tentang stimulasi, tak sempat mereka lakukan. Sekolah bayi yang dinilai sebagai tempat yang tepat untuk meninggalkan bayi mereka selama bekerja, menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu sekolah bayi? Tempat  para bayi melakukan kegiatan untuk merangsang kemampuan motorik (kasar dan halus), seperti berguling, merangkak, berdiri, berjalan dan sebagainya. Bayi dilatih selama  50-60 menit, satu kali seminggu. Ada juga sekolah yang menambahkan latihan-latihan atau kegiatan yang ditujukan untuk menstimulasi aspek kecerdasan otak  seperti membacakan cerita dan menyanyi.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlukah bayi sekolah? Merangsang kepandaian motorik bayi bisa dilakukan di rumah. Namun Bunda yang bekerja di luar rumah mungkin merasa khawatir pengasuh anak di rumah tidak dapat memberikan stimulasi yang tepat. Tapi jika Anda hanya menyerahkan bayi ke sekolah bayi dan semua aktivitas  tidak diulang lagi di rumah, maka latihan yang diberikan di sekolah tidak bermanfaat. Bayi cukup dilatih di rumah  dengan stimulasi yang merangsang perkembangan motoriknya. Banyak yang bisa dilakukan di rumah, misalnya: bermain terowongan dengan menggunakan kain panjang untuk latihan motorik kasar, memegang kain perca untuk melatih motorik halus dan memberinya berbagai mainan yang sesuai usianya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekolah bayi untuk apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sosialisasi. Melatih anak bersosialisai sebenarnya dapat dilakukan di rumah. Misalnya anak diajak berkenalan dengan anak sebaya di sekitar rumah,  atau  diajak ke playground  agar bayi bisa melihat anak-anak seusianya. Memasukkan anak ke sekolah bayi bisa menjadi pilihan bila anak tinggal di rumah  dengan lingkungan sekitar  tidak ada playground atau teman sebaya, sehingga  ia harus di rumah saja.&lt;br /&gt;    * Untuk menstimulasi otak. Stimulasi otak bisa dilakukan di rumah. Yang penting orang tua paham  perkembangan otak anak.  Bila bayi dilatih sesuatu yang belum waktunya mencapai kematangan untuk hal itu, latihan tidak ada gunanya.  Menstimulasi otak bayi dapat Anda lakukan sendiri, asalkan Anda mengerti tahap perkembangan anak di usia itu. Misalnya anak usia 12 bulan sudah bisa membalik halaman buku,  Anda bisa sediakan buku anak-anak yang tidak bisa sobek. Di usia  satu tahun, bayi mencapai kematangan di bidang bicara. Maka, ajaklah anak bicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Terlalu Berharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sekolah bayi akan membuat anak  menjadi lebih pandai dalam kemampuan motoriknya. Tunggu dulu! Faktor kematangan pegang peran penting dalam hal ini.  Sekalipun bayi dilatih  tapi otot-ototnya belum matang, bayi  tetap tak dapat melakukan aktivitas motorik yang diharapkan. Misalnya, orangtua berharap anaknya akan bisa jalan sebelum usia 12 bulan tapi  otot-otot kaki anak belum matang, maka tidak dijamin latihan akan membuat anak bisa berjalan. Jangan   berharap dengan memasukkan anak ke sekolah bayi, bayi akan cepat berkembang kepandaian motoriknya.  &lt;br /&gt;    * Anak tampak berkembang karena disekolahkan. Hilangkan pikiran ini dan jangan lengah, menyerahkan semuanya kepada pihak sekolah sehingga tidak memberikan stimulasi di rumah.  Sekolah hanya membantu dan Anda harus tetap memberikan stimulasi dan latihan di rumah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih sekolah bayi&lt;br /&gt;• Tidak  jauh dari rumah.&lt;br /&gt;• Pastikan  programnya  sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bayi Anda.&lt;br /&gt;• Jangan ragu untuk menanyakan kompetensi pengajarnya.&lt;br /&gt;• Perhatikan sarana dan prasarananya apakah sudah sesuai untuk perkembangan bayi.(Ayah Bunda)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-181090756040705970?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/181090756040705970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=181090756040705970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/181090756040705970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/181090756040705970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2010/10/bayi-masuk-sekolah.html' title='Bayi Masuk Sekolah'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-1444234818842483596</id><published>2009-11-03T11:02:00.000+07:00</published><updated>2009-11-03T11:05:16.168+07:00</updated><title type='text'>Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi</title><content type='html'>SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Kartini, dalam seminar "Senam Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan atas kerja sama Klub Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS OMC Pulomas, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr Caroline Mulawi, mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi," kata Caroline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan mencoba melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-1444234818842483596?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/1444234818842483596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=1444234818842483596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/1444234818842483596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/1444234818842483596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2009/11/senam-otak-untuk-merangsang-kecerdasan.html' title='Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-6742643853544913787</id><published>2009-11-03T08:00:00.001+07:00</published><updated>2009-11-03T08:05:58.880+07:00</updated><title type='text'>Obat Yang Tidak Boleh Pada Bayi</title><content type='html'>KETIKA bayi anda sakit, tentu salah satu tindakan yang akan anda lakukan adalah memberinya obat. Hanya saja, anda perlu mewaspadai ternyata ada beberapa obat tertentu yang tidak boleh anda berikan kepada bayi sebab mungkin saja hal tersebut akan memberikan dampak yang negatif bagi bayi anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa obat-obatan tersebut diantaranya adalah:&lt;br /&gt;Aspirin&lt;br /&gt;Jangan pernah memberikan obat yang mengandung aspirin bagi bayi anda. Aspirin dapat menjadikan bayi anda rawan terhadap serangan penyakit Reye’s Syndrome. Jangan pernah berpikir bahwa obat-obatan untuk anak yang anda beli ditoko-toko obat sudah bebas aspirin.bacalah labelnya terlebih dahulu untuk memastikan.&lt;br /&gt;Obat Anti Mual&lt;br /&gt;Jangan memberikan bayi anda obat anti mual kecuali jika dokter anak anda yang merekomendasikannya. Sistem tubuh anak tidak akan tahan dengan obat-obatan semacam ini.&lt;br /&gt;Obat Untuk Orang Dewasa&lt;br /&gt;Jangan memberi bayi anda obat-obatan yang biasanya diperuntukkan bagi orang dewasa, bila hal ini dilakukan akan mengakibatkan hal yang berbahaya. Bila obat tersebut, misalnya sama sekali tidak memberikan dosis khusus buat anak-anak, jangan berikan obat ini untuk bayi anda.&lt;br /&gt;Obat Untuk Bayi Lain&lt;br /&gt;Obat yang diresepkan untuk bayi lain akan tidak efektif dan bisa berbahaya bila diberikan kepada bayi anda. Berilah bayi anda obat yang memang telah diresepkan khusus untuknya.&lt;br /&gt;Obat Kadaluarsa&lt;br /&gt;Segera musnahkan obat-obat yang telah kadaluarsa. Obat-obatan yang telah kadaluarsa tidak akan efektif bila digunakan malah tidak menutup kemungkinan akan berbahaya. Jangan juga membuang obat itu kedalam toilet anda karena hal tersebut bisa meracuni air tanah yang pada akhirnya dapat mengganggu anda khususnya meracuni air tanah yang anda konsumsi.&lt;br /&gt;Ekstra Acitaminofen&lt;br /&gt;Banyak obat pilek dan batuk yang mengandung acetaminofen dengan maksud meringankan demam dan rasa nyeri. Anda harus hati-hati dalam hal ini karena dosisnya yang berlebih dapat berdampak tidak baik bagi perkembangan bayi anda. Bila anda ragu dengan komposisi obat yang akan anda gunakan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan apoteker atau dokter anak anda.&lt;br /&gt;Ibuprofen&lt;br /&gt;Bila bayi anda mengalami dehidrasi dan muntah-muntah terus menerus,j angan memberikan obat yang mengandung ini sebab obat ini bisa mengiritasi perut.&lt;br /&gt;Kemasan Tablet&lt;br /&gt;Untuk bayi dibawah usia 3 tahun, sebaiknya hindari untuk memberikan obat dalam kemasan tablet. Obat dalam kemasan tablet memiliki potensi untuk membuat bayi anda tersedak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-6742643853544913787?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/6742643853544913787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=6742643853544913787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/6742643853544913787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/6742643853544913787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2009/11/obat-yang-tidak-boleh-pada-bayi.html' title='Obat Yang Tidak Boleh Pada Bayi'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-8196001015655949828</id><published>2009-08-14T14:57:00.000+07:00</published><updated>2009-08-14T14:57:04.736+07:00</updated><title type='text'>TAHAP PERKEMBANGAN ANAK</title><content type='html'>Setiap orng tua sebaiknya  mengetahui setiap tahap perkembangan anak, dengan maksud agar anak-anak bisa melewati setiap tahap perkembangannya dengan baik/ berhasil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah teori tentang tahap perkembangan , yang &lt;br /&gt;• Mengetengahkan tahapan kehidupan yang akan dialami semua orang sejak lahir hingga mati.&lt;br /&gt;• Tahapan ini melalui urutan tertentu dan tidak dapat dilompati, karena tahap yang sebelumnya merupakan fondasi bagi tahap berikutnya.&lt;br /&gt;• Tiap tahap mempunyai ciri dan target tertentu yang harus dicapai agar perkembangan kepribadian menjadi optimal. Disebut prinsip epigenetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.TRUST VS MISTRUST (0-18 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The infant “lives through and loves with” its mouth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memenuhi kebutuhannya, anak sangattergantung pada lingkungannya/ pengasuhnya&lt;br /&gt;Bayi akan mengamati dan  memberi signal.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kepekaan primary care taker untuk merespons signal dari bayi sangat penting.&lt;br /&gt;Apabila semua kebutuhan bayi terpenuhi, akan terbentuk TRUST. Sehingga bayi akan mempunyai rasa percaya kepada lingkungannya.&lt;br /&gt;Sebaliknya apabila anak terlantar/kebutuhan tak terpenuhi, yang akan terjadi adalah MISTRUST, tidak percaya bahwa lingkungan akan membantunya, sehingga muncul rasa takut.&lt;br /&gt;Pada masa ini  sebaiknya setiap kebutuhan anak segera dipenuhi dengan  prinsip “call feeding” &lt;br /&gt;Apabila pada masa ini anak berhasil melewatinya, maka&lt;br /&gt;- anak akan merasakan “lingkungan” (di luar dirinya) sebagai pemberi/dapat ngembalikan rasa aman/nyaman yg dibutuhkan, dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;- anak akan mengembangkan rasa mampu diri secara wajar&lt;br /&gt;- anak mempunyai  rasa pengarahan diri&lt;br /&gt;- anak mempunyai kemantapan langkah (nantinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apabila gagal, &lt;br /&gt;- anak akan lebih didominasi rasa tak percaya kepada lingkungan  (basic mistrust), lebih banyak diliputi rasa takut/cemas, rasa ragu-ragu dan malu &lt;br /&gt;- anak akan sulit mengembangkan time perspective yang optimal dalam kehidupannya kelak&lt;br /&gt;- anak kurang mampu mengarahkan diri sendiri&lt;br /&gt; malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Erikson mengatakan fase ini sebagai “back bone” dlm fase-2 perkembangan anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. AUTONOMY vs SHAME &amp; DOUBT.&lt;br /&gt;     (18 bulan – 3 tahun)&lt;br /&gt;Anak sudah mulai bisa bicara, bisa mengontrol sphincter dan gerakan motoriknya.&lt;br /&gt;“Holding on and letting go”. &lt;br /&gt;Beri kesempatan anak mengembangkan kemampuan kontrolnya.&lt;br /&gt;Sikap lingkungan sebaiknya tegas tapi menenteramkan, jadi bukan galak dan selalu melarang.&lt;br /&gt;Sering ada “battle” antara anak dengan pengasuhnya.&lt;br /&gt;Targetnya rasa otonomi, bila tak berhasil yang terbentuk rasa malu dan ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. INITIATIVE  vs  GUILT (3-5 tahun)&lt;br /&gt;Anak memiliki bekal basic trust dan rasa otonomi&lt;br /&gt;Anak mulai timbul rasa inisiatif, rasa ingin tahu, muncul daya kreativitas dan selalu ingin mencoba (bereksperimen)&lt;br /&gt;Anak secara aktif memasuki dunia dengan suaranya, geraknya, rasa ingin tahunya.&lt;br /&gt;“being on the make”. Semua dicobanya.&lt;br /&gt;Lingkungan/pengasuh memiliki peran :&lt;br /&gt;- memberi/mendukung keinginan anak untuk bereksperimen&lt;br /&gt;- berusaha memenuhi rasa ingin tahu anak dan menjawab setiap pertanyaan dengan baik&lt;br /&gt;- memberi kesempatan untuk berinisiatif, walaupun belum menghasilkan sesuatu yang berarti, &lt;br /&gt;- memberi support dan hindari untuk selalu melarang dan memarahi/menghukum.&lt;br /&gt;Apabila masa ini dilewati dengan berhasil, maka:&lt;br /&gt;- anak akan mengembangkan  rasa inisiatif dan daya kreativitasnya&lt;br /&gt;Sebaliknya, apabila gagal, maka &lt;br /&gt;- bila lingkungan  overkritik, melecehkan dan tidak menghargai usaha-usaha anak,  maka anak akan diliputi rasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. INDUSTRY vs INFERIORITY&lt;br /&gt;       (5 – 13 tahun)&lt;br /&gt;• Usia sekolah dasar.&lt;br /&gt;• kemampuan awal yg sudah dimiliki anak adalah sense of trust, autonomy, inisiative&lt;br /&gt;• Anak memiliki rasa ingin berkarya ( misalnya bagaimana suatu benda itu dibuat &amp; fungsinya)&lt;br /&gt;• Anak memiliki rasa ingin bersosialisasi (mencari teman)&lt;br /&gt;Peran lingkungan adalah :&lt;br /&gt;• Memberi kesempatan anak untuk berkarya&lt;br /&gt;• Memberi kesempatan kepada anak untuk bersosialisasi&lt;br /&gt;• Memberikan dorongan pada  anak agar mampu dan mau menyelesaikan tugas&lt;br /&gt;• Apabila anak mulai berkarya, beri fasilitas dan kesempatan&lt;br /&gt;• Memberi pujian dan bimbingan untuk hasil karyanya, agar muncul rasa industri nya, dia tidak enggan untuk berkarya.&lt;br /&gt;• Bila sering dihina, direndahkan, diremehkan, yang muncul rasa rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anak berhasil melewati masa ini, maka  anak diliputi rasa keinginan untuk berkarya&lt;br /&gt;Sebaliknya, apabila gagal maka  anak akan lebih banyak didominasi rasa rendah diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. IDENTITY vs ROLE CONFUSION&lt;br /&gt;     (13 – 21 tahun).&lt;br /&gt;• Fase ini bersamaan dengan onset pubertas (perubahan fisik). Sejalan dengan mulainya perubahan psikologis dan sosial.&lt;br /&gt;• Anak mulai “mencoba-coba peran” untuk mencari identitas yang pas&lt;br /&gt;• Anak mempunyai beberapa idola yang mungkin berubah-ubah.&lt;br /&gt;Peran lingkungan adalah :&lt;br /&gt;memberi kesempatan dan pengarahan, sehingga anak mantap dengan rasa identitasnya, termasuk social role dan gender role.&lt;br /&gt;     Apabila  tidak berhasil, bisa terjadi “kebingungan peran” , rasa identitas yang  &lt;br /&gt;     belum mantap. (atik fb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-8196001015655949828?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/8196001015655949828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=8196001015655949828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/8196001015655949828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/8196001015655949828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2009/08/tahap-perkembangan-anak.html' title='TAHAP PERKEMBANGAN ANAK'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-2089208385118181700</id><published>2009-08-02T14:36:00.000+07:00</published><updated>2009-08-03T21:28:51.456+07:00</updated><title type='text'>KECERDASAN MORAL ANAK</title><content type='html'>Salah satu cara untuk membesarkan anak agar lebih bahagia dan produktif adalah membekali dengan kode moral, karena itulah dasar kehidupan mereka.&lt;br /&gt; Kita mungkin jarang takjub melihat tingkah positif anak-anak. Kalau anak bersikap positif, kita berpikir memang begitulah seharusnya.Tingkah seorang anak yang luar biasa nakal seringkali malah membuat kita terperangah dan berkomentar, “aduh, masih kecil kok begitu, orangtuanya mengajarkan apa sih?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, tidak sedikit anak yang bertingkah seperti itu bukan anak yang bodoh. Banyak di antara mereka yang cukup cerdas, namun tidak mendapatkan pendidikan moral yang baik. Berbagai penelitian psikologi mengatakan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual.&lt;br /&gt;Kecerdasan moral adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola nilai-nilai moral, mengenai nilai yang benar dan salah dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MENGASAHNYA?&lt;br /&gt;Salah satunya adalah dengan disiplin positif. Ada beberapa disiplin (perilaku) positif yang bisa diterapkan kepada anak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MENGHARGAI MILIK ORANG LAIN&lt;br /&gt;Ajarkan anak menghargai barang miliknya, milik kakak, milik adik, atau orangtuanya. Tekankan bahwa ia tidak boleh seenaknya menggunakan barang milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  BARANG PRIBADI&lt;br /&gt;Selain yang boleh dipakai bersama, ada juga barang yang tidak boleh dipinjamkan orang lain. Misalnya, pakaian dalam, sikat gigi, handuk dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KEPEMILIKAN UANG&lt;br /&gt;Dengan memahami ada uang ayah, uang ibu, uang kakak dan uang adik, anak tidak akan sembarangan mengambil uang yang bukan miliknya. Ia tahu bahwa uang itu bukan miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MINTA IZIN MEMINJAM BARANG&lt;br /&gt;Anak harus diajarkan sopan santun jika ingin meminjam barang. Jika tidak diizinkan si pemilik, tegaskan padanya bahwa tidak merebut atau menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MENYAPA&lt;br /&gt;Ini termasuk perilaku positif yg harus diajarkan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. BERTAMU&lt;br /&gt;Etiket atau adab bertamu atau menerima tamu harus diajarkan pada anak. Misalnya, jangan mengganggu pada saat orang tua sedang berbicara dengan tamu, atau jangan mendahului makan atau minum jika belum dipersilahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BERBAHASA&lt;br /&gt;Seringkali anak tiba-tiba saja mengeluarkan umpatan, yang kita sendiri tidak tahu dari mana asalnya. Jadi, ajarkan sopan santun berbahasa. Minta juga anak untuk tidak berteriak-teriak saat minta sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. MEMBERESKAN MAINAN&lt;br /&gt;Memberskan mainan setelah selesai akan membuatnya belajar bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. MEMBAGI WAKTU&lt;br /&gt;Ajarkan pasa anak sejak dini untuk mematuhi jadwal. Kapan waktu bangun, mandi, bermain, makan, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. KEBERSIHAN DIRI&lt;br /&gt;Ajarkan pada anak untuk memiliki kesadaran bagaimana menjaga diri supaya selalu bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. MENUNGGU GILIRAN&lt;br /&gt;Ajarkan pada anak bahwa semua ada gilirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. DISIPLIN MENAHAN DIRI&lt;br /&gt;Ajarkan pada anak untuk menahan diri terhadap keinginannya. Penting sekali mengajarkan pada anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jammi C Miller (seorang pakar pendidikan anak) menegaskan bahwa salah satu cara terbaik untuk membesarkan anak agar menjadi orang dewasa yang sukses, bahagia dan produktif  adalah dengan memberikan kode moral. Kode moral adalah nilai dan norma hidup, yang berguna sebagai fondasi kehidupan anak.Kode ini menjadi dasar kepercayaan kukuh yang diperlukan dalam membuat pilihan dan tantangan kehidupan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-2089208385118181700?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/2089208385118181700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=2089208385118181700' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/2089208385118181700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/2089208385118181700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2009/08/kecerdasan-moral-anak.html' title='KECERDASAN MORAL ANAK'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-686725593893627145</id><published>2008-09-16T15:40:00.000+07:00</published><updated>2008-10-13T14:04:57.500+07:00</updated><title type='text'>MENCEGAH KEGEMUKAN PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9ygpbSS1I/AAAAAAAAAE8/7SbFARQkxZY/s1600-h/SS16005.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9ygpbSS1I/AAAAAAAAAE8/7SbFARQkxZY/s160/SS16005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246537996111596370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi para orang tua yang mempunyai anak, sebelum anak-anak kita terlanjur mengalami kegemukan, sebaiknya kita cegah lebih dahulu. Namun seandainya sudah terlanjur, masih ada jalan keluarnya. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dipakai sebagai acuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1.UBAH GAYA HIDUP. &lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita harus bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak dalam penerapan cara hidup dan pola makan yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.SEDIAKAN WAKTU UNTUK OLAH RAGA (aktivitas). &lt;br /&gt;Temukan aktivitas yang disukai dan menarik untuk anak anda yang dapat membakar kalori sepeti: berlari, berenang, naik sepeda, berjalan (jogging), dan lakukan hal ini secara rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.PILIH MAKANAN YANG SEHAT.&lt;br /&gt; Kurangi makanan “fastfood or junk food” yang hanya mengandung tinggi lemak dan garam. Kurangi konsumsi gula. Berikan anak 3 kali makan dengan porsi kecil dan 3 kali makanan kecil(snack) dengan porsi kecil, sehingga anak tidak merasa lapar. Berikan banyak minum air putih juga juice seperti orange juice yang mengandung vit.c juga serat, juga berikan banyak makan buah dan sayuran. Pilihlah snack yang rendah lemak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.UBAH KEBIASAAN MAKAN KELUARGA. &lt;br /&gt;Berikan makan pada anak hanya bila anak anda lapar dan bukan karena sekedar ingin makan sesuatu. Bila anak anda baru saja makan dan ingin untuk makan lagi cobalah untuk mengalihkan aktivitasnya atau memberikan sesuatu yang lain, karena anda tahu anak anda tidak benar-benar lapar. Jangan pernah makan atau ngemil selama nonton TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.BERIKAN DUKUNGAN ANDA. &lt;br /&gt;Sangat penting untuk seluruh keluarga merubah cara hidup untuk menolong anak anda. Jangan menyimpan makanan junk food, minuman soda yang kaya akan gula, makanan tinggi lemak (potato chip dll) dirumah anda. Siapkan menu makanan yang rendah lemak dan sehat untuk seluruh keluarga. Ikuti kegiatan exercise. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.BERIKAN PUJIAN ATAU PERHATIAN BILA ANAK SUDAH MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK.&lt;br /&gt; Hadiah dan pujian dapat memotivasi anak untuk tetap berdiet. Contohnya bila anak anda dalam 1 minggu berinisiatif untuk minum air putih ketimbang soda maka pujilah anak anda, berikan hadiah mainan atau aktivitas kesenangannya, tapi JANGAN berikan makanan sebagai hadiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PERIKSAKAN KE DOKTER. &lt;br /&gt;Periksakanlah anak anda ke dokter/dokter anak untuk pengawasan diet juga mengecek berat badanya setiap 2-4 minggu sekali. Hindari menimbang berat badan anak setiap waktu dirumah karena dapat menimbulkan stress pada anak anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua kita harus melakukan peranan kita untuk menolong anak kita, yang hanya tindakan sederhana tapi memberikan perubahan yang tetap terhadap cara hidup, kebiasaan olahraga dan makan pada anak nantinya. Yang semuanya ini sangat bermanfaat bagi kesehatan anak anda di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan orang tua dan dukungan dari keluarga sangat mempengaruhi keberhasilan program mengatasi kegemukan pada anak. Oleh aTiK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-686725593893627145?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/686725593893627145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=686725593893627145' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/686725593893627145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/686725593893627145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2008/09/mencegah-kegemukan-pada-anak.html' title='MENCEGAH KEGEMUKAN PADA ANAK'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9ygpbSS1I/AAAAAAAAAE8/7SbFARQkxZY/s72-c/SS16005.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6224127855030791009.post-6779838920583216399</id><published>2008-09-16T15:29:00.000+07:00</published><updated>2008-10-13T14:02:48.757+07:00</updated><title type='text'>Mengapa banyak anak gemuk sekarang?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9wxnZQEHI/AAAAAAAAAE0/7FnaKw9iCsQ/s1600-h/ec1924-001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9wxnZQEHI/AAAAAAAAAE0/7FnaKw9iCsQ/s160/ec1924-001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246536088600711282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja di negara-negara maju, di negara sedang berkembang seperti Indonesia, di kota maupun di sebagian desa, semakin banyak ditemukan anak yang gemuk. &lt;br /&gt;Gemuk bagi sebagian orang masih dianggap sebagai lambang kemakmuran. Sebagian besar orang tua, ibu khususnya, menginginkan anaknya berbadan gemuk. Selain lucu, anak montok juga melambangkan keluarga yang makmur.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan keliru yang diwariskan sebagai mitos inilah yang perlu dikoreksi, oleh karena anak yang tidak gemuklah yang sebetulnya didambakan pemerintah di negara maju. Di mana-mana negara maju, lebih banyak manajer yang tidak gemuk dibanding yang gemuk.&lt;br /&gt;Anak-anak di negara maju, pilihan menunya-lah yang cenderung membuat mereka jadi kelebihan berat badan. Kita memahami, menu junk food kaya lemak, boros gula, dan garam, serta sangat tinggi kalori. Lidah anak zaman sekarang sudah terkondisikan dengan cita rasa gurih, manis, asin, dan serba berbumbu. Itu pula yang menggiring mereka tidak lagi begitu menyukai menu meja makan ibu.&lt;br /&gt;Demikian pula agaknya anak-anak kita di perkotaan. Mereka sudah terkondisikan pula oleh menu harian yang serba junk food di luar rumah, dan kehilangan selera makannya di meja makan ibu. Semakin dimanjakan anak oleh menu di luar rumah yang cenderung melebihi porsi kebutuhan tubuh, semakin besar potensi untuk menjadi gemuk, dan terus bertambah gemuk.&lt;br /&gt;Anak dan bayi di pedesaan, yang bukan dari keluarga kecukupan pun, sudah tercemar oleh pilihan menu (jajanan) yang sekaliber junk food, kalau jenis jajanan pizza, burger, atau hot dog sudah masuk desa, selain penganan yang serba manis, dan berlemak tinggi.&lt;br /&gt;Selain itu, rata-rata bayi di desa juga sudah lebih dini dan belum waktunya diperkenalkan jenis makanan padat, sehingga badannya rata-rata melebihi ukuran seusianya, mungkin lantaran ketidaktahuan. Memberi nasi, pisang, bubur, sebelum bayi berumur 5 bulan, salah satu penyebab kenapa banyak bayi di pedesaan yang gembrot.&lt;br /&gt;Kegemukan sejak bayi tidak boleh terjadi, oleh karena pola dan ukuran sel-sel lemak tubuhnya sudah telanjur terbentuk salah. Selain jumlah sel-sel lemaknya terbentuk lebih banyak dari anak normal, ukurannya pun lebih besar. Itu maka, sebaiknya anak tidak gemuk sejak usia bayi. Gemuk yang sudah telanjur terbentuk, sukar mengempiskannya lagi, kecuali menerimanya saja sebagai bakat yang dibawanya sampai usia dewasa.&lt;br /&gt;Anak gemuk bolehkah berdiet, dan minum obat antilemak?&lt;br /&gt;Diet tanpa pengawasan dokter tidak dianjurkan bagi anak yang gemuk. Dalam masa pertumbuhan, tubuh anak tidak boleh sampai kekurangan zat gizi. Jika diet menguruskan badan tidak tepat, yang berkurang dalam menu bukan cuma kalorinya, melainkan juga semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh anak untuk pertumbuhan. Bukan cuma lemak dan kalori yang berkurang dengan diet langsing bukan dari dokter, melainkan semua zat yang terkandung dalam menu harian akan ikut susut juga. Dan ini tidak boleh terjadi.&lt;br /&gt;Obat antilemak seperti yang dikonsumsi orang dewasa yang lemak darahnya tinggi, tidak dianjurkan diberikan kepada anak. Diharapkan, dengan mengurangi porsi menu berlemak-berkolesterol, ditambah rutin latihan jasmani, lemak darahnya bisa turun menjadi normal.&lt;br /&gt;Yang dapat dilakukan mungkin dengan cara akupunktur yang bisa menekan nafsu makan, sambil tetap mengatur kecukupan gizi agar pertumbuhan anak tetap tercukupi. Perilaku makan merupakan kesulitan terberat dalam upaya penurunan berat badan. “Lapar mata” adalah salah satu tantangannya.&lt;br /&gt;Anak yang “lapar mata” terdorong untuk makan (apa saja) kendati tidak sedang lapar.Mestinya, tubuh dilatih hanya makan kalau sedang merasa lapar saja. Makan kapan saja melihat atau ditawarkan makanan (echo), akan mengondisikan tubuh senantiasa terdorong ingin makan kendati tidak merasa lapar.&lt;br /&gt;Bagaimana supaya tidak telanjur menjadi gemuk?&lt;br /&gt;Bayi dan anak menjadi gemuk jika porsi yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh. Kelebihan kalori disimpan menjadi lemak, dan gajih di bawah kulit. Sel-sel lemak tubuhnya menjadi besar-besar, selain jumlahnya lebih banyak dari anak normal.&lt;br /&gt;Susu sapi harus dituding sebagai salah satu penyebab lainnnya. Kita tahu lemak dalam susu sapi lebih tinggi dari lemak ASI. Lemak susu sapi disiapkan untuk membangun tubuh anak sapi, bukan tubuh anak manusia. Maka masih tetap bijak jika ibu tetap hanya memilih ASI untuk bayi, daripada membiarkan menjadi gembrot oleh susu sapi nantinya.&lt;br /&gt;Jika bayi diberikan makanan sesuai dengan umur dan tahapan perkembangan usianya, kecil kemungkinan anak bakal gemuk. Kita tahu, ada tahapan pemberian makanan bayi yang tidak boleh dilanggar. Selain agar tubuh anak tidak dirugikan oleh menu yang tidak tepat, kemungkinan anak menjadi kelebihan berat badan pun tidak perlu sampai terjadi. Buat anak di atas setahun, tentu pilihan susunya hanya susu sapi. Jika anak sudah gemuk, pilihlah susu nonfat, yang sudah dibuang lemak susunya. Anak hanya membutuhkan kandungan protein susunya.&lt;br /&gt;Biasakan anak banyak gerak. Latihan jasmani bukan sekadar permainan, melainkan harus dimanfaatkan juga untuk membantu membangun tulang dan otot, selain membakar kelebihan kalori yang diperoleh dari makanan yang mungkin berlebih. Semakin kurang bergerak, berolahraga, dan latihan jasmani, semakin besar kemungkinan menjadi gemuk, dan badan anak pun tidak bugar. Kurikulum olahraga di sekolah kita sangat kurang memadai. Semboyan hidup anak sekolah di negara maju, tiada hari tanpa olahraga.&lt;br /&gt;Selera makan anak yang sudah telanjur gemuk umumnya jadi meningkat luar biasa. Itu maka, anak yang sudah telanjur gemuk dengan mudah bertambah berat badannya kalau dorongan untuk terus makannya tidak ditahan, atau terkendali.&lt;br /&gt;Bayi normal akan bertambah berat 2 kali lipat pada usia 5 bulan, dan menjadi 3 kali lipat ketika berumur setahun. Selanjutnya berat badan ideal anak sampai usia 11 tahun bisa dihitung dengan rumus 8 + (2 X umur) kg. Anak yang berumur 5 tahun, idealnya memiliki berat badan 8 + (2 X 5) kg atau 18 kg. Lebih dari itu waspada.&lt;br /&gt;Namun, lebih tepat untuk usia di atas setahun dipakai formula Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index), yang dihitung dengan cara membagi angka berat badan dengan tinggi badan (dalam meter). Nilai 23 - 25 tergolong ideal, dan lebih dari 25 berarti sudah kelebihan berat.&lt;br /&gt;Gemuk juga bisa berarti penyakit&lt;br /&gt;Anak yang gemuk bukan cuma sebab kesalahan memberi makan berlebihan, melainkan bisa juga sebagai sebuah kasus penyakit. Ada beberapa jenis penyakit (kelainan hormon dan gen) yang membuat tubuh anak gemuk abnormal, dan gemuknya kelihatan tidak sehat.&lt;br /&gt;Dalam hal gemuk penyakit, tidak mudah mengoreksinya, karena memang ada yang salah dalam sistem hormonal atau gennya. Gemuk yang tak terkendali dengan diet, dan upaya membuang kalori ini, tergolong gemuk yang harus diterima apa adanya, dengan segenap risiko yang dibawanya.&lt;br /&gt;Bagaimana mengatasi anak gemuk?&lt;br /&gt;Ini masalah baru yang dihadapi Amerika sekarang. Baru-baru ini, sekolah di AS membuat kartu rapor berat badan? Anak yang dinyatakan kelebihan berat badan memerlukan konsultasi dokter untuk diet khusus, dan latihan jasmani ekstra agar berat badan ideal bisa tercapai.&lt;br /&gt;Di sekolah-sekolah Singapura, misalnya, anak yang kelebihan berat badan diberi porsi olahraga yang lebih banyak dibanding anak yang tidak gemuk, agar berat badannya menyusut menjadi tidak gemuk lagi. Kegemukan diantisipasi medis bisa membawa banyak penyakit, sehingga sumber daya manusia menjadi kurang berkualitas.&lt;br /&gt;Dengan kartu rapor berat badan? anak dipantau terus oleh sekolah sampai batas tidak gemuknya tercapai. Setelah itu, berat badan yang tercapai ideal dipertahankan dengan cara makan tidak rakus, dan pilihan menunya tepat, sambil tetap berolahraga sehingga gemuknya tidak kambuh.&lt;br /&gt;Anak gemuk apakah berarti profil lemak dalam darahnya juga tinggi?&lt;br /&gt;Ya, hal itulah yang paling kita takuti. Kebanyakan remaja Amerika yang pola makan dan pilihan menunya serba junk food itu, rata-rata sudah kelebihan kadar lemak dalam darahnya. Walau tidak selalu harus lemak dalam darahnya tinggi, namun kebanyakan remaja di negara maju, kolesterol dan trigliseride-nya sudah di atas normal. Itu berarti, risiko muncul malapetaka akibat tingginya profil lemak tubuhnya, sudah dimulai sejak usia pubertas mula. Dan itu yang menerangkan, mengapa dewasa ini banyak serangan jantung atau stroke muncul pada usia yang lebih dini. Semakin banyak stroke dan serangan jantung koroner prematur (kurang dari usia 40 tahun) muncul sekarang ini.&lt;br /&gt;Lemak dalam darah yang berlebih kini diyakini juga mencetuskan bangkitnya kanker di organ tubuh mana saja, kanker rahim, ginjal, dan payudara khususnya. Risiko perlemakan hati, kencing manis, juga didongkrak oleh dibiarkan semakin tingginya lemak dalam darah. (Tabloid Nova)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6224127855030791009-6779838920583216399?l=atikfajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atikfajar.blogspot.com/feeds/6779838920583216399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6224127855030791009&amp;postID=6779838920583216399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/6779838920583216399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6224127855030791009/posts/default/6779838920583216399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atikfajar.blogspot.com/2008/09/mengapa-banyak-anak-gemuk-sekarang.html' title='Mengapa banyak anak gemuk sekarang?'/><author><name>info sehat/atik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05707447326463251039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SwC5yV30PdI/AAAAAAAAARE/C1W8UPvjf3A/S220/DSC00150a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H4ZSOBFm_yE/SM9wxnZQEHI/AAAAAAAAAE0/7FnaKw9iCsQ/s72-c/ec1924-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
